Bukanlah tujuan dari Artikel ini untuk menerangkan Bahasa Jepang. Namun bagaimanapun juga, mungkin ada gunanya untuk mengetengahkan beberapa perbedaan mendasar antara bahasa Jepang dan bahasa Indonesia
- Tata kerja dalam bahasa Jepang terdapat pada akhir kalimat.
contoh : Watashi wa biru o nomimasu. (Saya minum bir.) - Kata benda dalam bahasa Jepang umumnya tidak memiliki bentuk jamak. Kata benda kodomo, misalnya, dapat berarti "anak" maupun "anak-anak".
- Kata sandang (artikel) dan beberapa kata sifat yang umum dalam bahasa Inggris tidak digunakan dalam bahasa Jepang. Untuk kata-kata seperti "sebuah / seorang", "the" (bahasa Inggris), "beberapa" dan "any" (bahasa Inggris), tidak ada padananya dalam bahasa Jepang.
- Pokok kalimat dari sebuah kalimat, terutama watashi (saya) dan anata (anda), sering kali kehilangan.
- Bentuk kata kerja yang sama digunakan baik untuk bentuk sekarang maupun yang akan datang.
contoh : Watashi wa ikimasu. (Saya pergi. / Saya akan pergi.) - Tiga partikel penting dalam bahasa Jepang tidak ada padananya dalam bahasa Indonesia.
Wa mengikuti topik atau pokok kalimat (subjek) daari sebuah kalimat.
contoh : Watashi wa AlFanz desu. (Saya AlFanz.)
Ga mengikuti subjek dari sebuah kalimat.
contoh : Hoteru ga arimasu. (Ada sebuah hotel.)
O mengikuti objek langsung dari sebuah kata kerja.
contoh : Biru o nomimasu. (saya minum bir.) - Penambahan kata ka pada akhir kalimat menjadikanya kalimat tanya.
contoh : Kore wa hoteru desu ka? (Apakah ini sebuah hotel?)
Ada sesuatu yang tidak dimengerti atau ada sesuatu yang mau ditanyakan huubingi ADMIN


