Defini dan Tujuan Pelestarian Alam
Program pelestarian dan perlindungan alam dilakukan melalui perlindungan secara insitu maupun eksitu. Pelestarian insitu dilakukan di habitat aslinya, misalnya pelestarian bunga bangkai raksasa di Bengkulu, sedangkan pelestarian eksitu dilaksanakan dengan cara memindah individu yang dilestarikan ke tempat lain, misalnya penangkaran jalak bali di Jawa Barat. Menurut undang-undang perlindungan alam, pencagaran dibagi menjadi 2 yaitu cagar alam dan Suaka margasatwa.

Macam-macam perlindungan alam menurut tujuanya :
1. Perlindungan alam dengan tujuan umum, dibagi menjadi 3:

  • Perlindungan alam ketat, yaitu keadaan alam yang dibiarkan sesuai kehendak alam
    misalnya, Ujung Kulon dan Pulau Panalitan.
  • Perlindungan alam terbimbing, yaitu keadaan alam yang dibina oleh para ahli
    misalnya, Kebun Raya Bogor dan Kebun Raya Cibodas.
  • Taman Nasional, merupakan daerah yang luas berfungsi sebagai tempat rekreasi yang dilindungi
    misalnya, Taman Nasional Gunung Leuseur, Taman Nasional Waykambas
2. Perlindungan dengan tujuan tertentu, dibagi menjadi 4:

  • Perlindungan geologi.
  • Perlindungan alam botani.
  • Perlindungan alam zoologi.
  • Perlindungan antropologi.
1. Ikan

  • Fertilisasi eksternal
  • Sebagian besar perkembangan embrio di luar tubuh (ovipar), sehingga telur memiliki cadangan makanan yang banyak untuk perkembangan embrionya
  • Beberapa spesies ada yang bersifat Ovovivipar, contoh pada beberapa spesies ikan hiu.
2. Katak
  • Fertilisasi berlangsung secara eksternal, tetapi untuk menungkatkan peluang terjadinya pembuahan saluran pengeluaran sel gamet jantan dan betina akan bertemu (terjadi kopulasi).
  • Perkembangan embrio di luar tubuh (ovipar), sehingga telur memiliki cadangan makanan yang banyak untuk perkembangan embrionnya.
  • Pada perkembangan lebih lanjut katak memiliki peristiwa metamorfosis.
3. Reptil
  • Fertilisasi berlangsung secara internal.
  • Hewan jantan memiliki alat kopulasi yang disebut hemipenis.
  • Sebagian besar reptil perkembangan embrionya bersifat ovipar, contoh: buaya, penyu, kadal, dan sebagian ular. Beberapa reptil bersifat ovovivipar, contoh pada bengkarung dan beberapa spesies ular.
4. Burung
  • Fertilisasi berlangsung secara internal.
  • Hewan jantan memiliki alat kopulasi yang disebut penis.
  • Ovarium kanan burung tidak berkembang secara sempurna.
  • Perkembangan rmbrio bersifat ovipar
5. Mammalia
  • Fertilisasi bersifat internal.
  • Hewan jantan memiliki alat kopulasi.
  • Perkembangan embrio bersifat vivipar, sehingga betina memiliki uterus. Tetapi pada platypus bersifat ovipar.